SELAMAT DATANG DI BLOG GPdI MATARAM, JIKA ANDA BELUM BERJEMAAT DI GEREJA MANAPUN SILAHKAN DATANG dan BERIBADAH DI TEMPAT KAMI- -ALAMAT KAMI BISA DI LIHAT DI KOLOM CONTACT US- -MARI MENGENAL YESUS LEBIH DALAM LAGI SUPAYA HIDUP KITA DIUBAHKAN dan DIPERBAHARUI- -SETIAP PERGUMULAN dan BEBAN BERAT YANG KITA HADAPI TUHAN SANGGUP MENOLONGNYA- -TUHAN YESUS MENGASIHI ANDA-. -PUJI TUHAN !!

kunjungi di youtube Paduan Suara / VG / Angklung GPdI Mataram & silahkan klik LIKE

"JANGAN MENOLEH KE BELAKANG" 
(PENGKHOTBAH 7:10)
Pengkhotbah 7:10 berkata ‘ Janganlah mengatakan: “Mengapa zaman dulu lebih baik daripada zaman sekarang?” Karena bukannya berdasarkan hikmat engkau menanyakan hal itu.

TERANGI DAN GARAMI DUNIAMU
2 TIMOTIUS 3:1-4
(Ibadah Raya - Pdt Yoyong Ch. Santosa)
Dalam 2 Timotius 3:1-4 merupakan peringatan bagi kita semua bahwa dunia yang kita diami saat ini bukan dunia yang makin baik, tetapi dunia yang makin hari makin jahat, gelap, kejahatan merajalela dan beretambah-tambah. Hal ini merupakan tanda bahwa kedatangan Tuhan Yesus sudah semakin dekat sehingga kita perlu mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan-Nya.

"MENGENAL TUHAN" 
(HOSEA 6:3)
(Ibadah Raya 18 Desember 2016 - Pdm. Yehuda Yermiadi)

"HIDUP YANG BERSAKSI" (Mazmur 133:3)

(Ibadah Raya 11 Desember 2016 Pdt. Yoyong Ch. Santosa)

Hidup dalam dunia ini, kita tidak hidup untuk diri sendiri, keselamatan yang kita terima dari Yesus bukan hanya untuk diri sendiri, bukan hanya untuk keluarga kita atau gereja kita saja. Kita harus jadi saksi, hidup yang bersaksi akan nama Yesus. Apalagi di situasi yang sedang terjadi di negara kita sekarang ini, untuk bersaksi akan nama Yesus adalah hal yang sangat sensitif. Karena keadaan inilah yang membuat kita terkadang tidak peduli akan keselamatan orang-orang di sekitar kita.

"SUNGGUH-SUNGGUH MENGASIHI YESUS" 
(1 PETRUS 1:22)
(Ibadah Raya 4 Desember 2016 - Pdt. Yoyong Ch. Santosa)


1 Petrus 1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus iklas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu. Kita harus mengamalkan kasih dalam kehidupan kita. Tentu bukan hanya kasih saja, tetapi masih ada yang lain. Tuhan menginginkan kita melakukan kesembilannya buah roh secara utuh dan dengan segenap hati. Hal ini adalah hal yang sulit dilakukan tetapi ini bukanlah hal yang tidak mungkin banyak orang bisa melakukannya.

"TANGAN YANG BERSIH" (AYUB 22:21-30)
(Ibadah Raya 27 Nopember 2016 - Pdt Yoyong Ch. Santosa)

            Kata kunci dari ayat nats kita yaitu 'kebersihan tanganmu' dengan kata lain 'tangan yang bersih'. Kata bersih mempunyai suatu konotasi yang positif dan merupakan sesuatu yang harus dilakukan oleh setiap orang. Dari kecil kita sudah diajarkan untuk menjaga kebersihan, seperti dengan mencuci tangan. Mencuci tangan mungkin terlihat sebagai hal sederhana tapi sangatlah penting. Anak yang tidak mencuci tangan dapat mengalami berbagai macam penyakit termasuk cacingan. Hal ini sebagai tanda bahwa kebersihan tangan mempengaruhi kebersihan tubuh secara keseluruhan dan dapat berdampak pada sikap dan kualitas hidup seseorang. Orang yang bersih akan memiliki hidup sehat dan bahagia. Demikian juga dalam ayat nats, tangan yang bersih menyebabkan hidup yang di berkati Tuhan (Ayat 29). Namun sebelum Allah memberkati hidup kita, ada beberapa langkah agar tangan kita tetap bersih, sehingga berkat Tuhan itu bisa-kita-alami:                                                                                                                                             
"GUNUNG TUHAN ATAU GUNUNG IBLIS" 
(MAZMUR 34:3-6 ; MATIUS 4:8-10)
(Ibadah Raya 20 Nopember 2016 - Pdm. Yehuda Yermiadi)

Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan?
Yang boleh naik ke gunung Tuhan adalah : Orang yang bersih tanganya dan murni hatinya. Dalam Wahyu 5:1 dan 2 Korintus 3:2-3 mengatakan bahwa,  kita ini adalah surat,  surat pujian artinya surat Kristus yang dapat dibaca,  dan yang ditulis baik dari sisi dalam maupun sisi luar bukan dengan tinta melainkan dengan roh (Wahyu 5:1), bagian luar ini menjelaskan tubuh kita yaitu perbuatan kita dan bagian dalam menjelaskan hati kita.  Dalam Ulangan 30:11-14 menjelaskan Firman ditulis oleh Roh Allah dan Firman itu dekat. Orang yang hidup di dalam Firman Allah mereka adalah orang-orang  yang boleh naik ke gunung Tuhan.